Sotya's Homepage

Thanks for visiting my Multiply site! This is where I'm keeping all my stuff from now on, so come back whenever you want to see what's new. Feel free to post a reply if you see something you like or just want to get in touch.

Photo AlbumBig Event Bundainbiz Sept 2007 (44 photos)Oct 21, '07 6:26 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntryTiga Kunci Bahagia Dalam HidupDec 26, '05 11:13 PM
for everyone

Apakah rahasia hidup yang bahagia itu? Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala sesuatu yang berada di luar kita, seperti harta benda yang kita miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah, mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan anak-anak yang tampan dan cantik? Mungkin Anda akan mengatakan ''ya.'' Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.

 

Kebahagiaan yang disebabkan hal-hal di luar kita adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.

 

Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera hilang. Anda merasa biasa biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.

 

Budha Gautama pernah mengatakan, ''Keinginan-keinginan yang ada pada manusia-lah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan.'' Ia benar. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.

 

Coba katakan pada diri Anda sendiri, ''Saya sudah memilih untuk bahagia apapun yang akan terjadi.'' Anda akan merasa bahagia walaupun tidak memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana.

 

Kebahagiaan yang hakiki terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman batin. Ada tiga pikiran yang perlu senantiasa Anda tumbuhkan. Saya mendapatkan gagasan mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih, tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna yang mendalam. Saya kira ajaran seperti ini bukan hanya kita temukan dalam Islam saja, tetapi juga dalam ajaran agama yang lain.

 

Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan. Coba renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya. Dengan memahami konsep ini, hati Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain.

 

Seorang dokter terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu, rela memaafkan!

 

Kunci kedua adalah bersyukur. Coba renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya. Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia hanya mengatakan, alhamdulillah.

 

Seminggu kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya berkata, alhamdulillah.

 

Tak lama kemudian petani ini kembali mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin, tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah. Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya berkata singkat, alhamdulillah. Cerita itu sangat inspiratif karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik, belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.

 

Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil. Coba renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah masalah ini bahkan tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.

 

Penelitian mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti inibolehlah Anda anggap sebagai hal yang ''agak besar.'' Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya, kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup sebenarnya hanyalah masalah-masalah kecil.

 

Oleh: Arvan Pradiansyah

 


Blog Entry[KIDS HEALTH] Antara DHA dan UHTDec 1, '05 11:47 PM
for everyone
Artikel 1
FAKTA: BAHWA DHA SULIT DISERAP BAYI, JANGAN TERPENGARUH IKLAN SUSU
JAKARTA (MEDIA):

Tingkat konsumsi Docosahexanoic Acid (DHA) yang berlebihan akan
membahayakan metabolisme tubuh. Sebab tubuh terpaksa dibebani pekerjaan
yang lebih berat untuk mengeluarkan asam lemak esensial tersebut.

Spesialis penyakit anak Dr. Utami Roesli MBA, mengutip hasil penelitian
yang dilaksanakan di Australia, Amerika Serikat maupun Eropa, bahwa di tiga
kawasan negara maju ini, belum dihasilkan efektifitas dari penambahan DHA
dalam produk susu maupun makanan bayi dan anak-anak termasuk untuk ibu
hamil.

"Jadi belum ada anjuran untuk menambahkan unsur asam linoleat dan asam
linolenat itu ke dalam susu", ujarnya kepada Media, kemarin di Jakarta.
Lebih jauh ditegaskan, seperti juga lemak susu sapi, maka asupan DHA tsb.
tersebut bukan merupakan ikatan rantai panjang, sehingga masih sulit
diserap oleh pencernaan bayi.

Terlebih lagi, katanya, karena susu yang akan dikonsumsi ini harus dibuat
dengan menggunakan air panas hingga mengalami proses pemanasan. Akibatnya,
aktifitas enzim desaturase dan elongase yang memfasilitasi pembentukan DHA
dalam tubuh secara otomatis hancur. Karena itu, Utami, sebagai pakar air
susu ibu (ASI) menngingatkan kepada masyarakat, khususnya kaum ibu, supaya
jangan terpengaruh terhadap iklan susu dan makanan pendamping ASI yang
mengandung DHA dengan iming-iming mampu meningkatkan kecerdasan bayi. "Asam
lemak esensial tersebut justru cukup terkandung dalam ASI, bahkan unsur
DHA-nya tergolong ikatan rantai panjang yang sangat mudah diserap
pencernaan bayi", ujarnya. Karena itu dia menganjurkan agar bayi diberikan
ASI sejak lahir sampai umur 4 bulan, karena asam lemak ASI juga terdiri
dari asam arakidonat. "Berarti, kandungannya melebihi unsur asam linoleat
dan asam linolenat". Setelah empat bulan, katanya, bayi dapat diberikan
tempe yang mengandung pula asam linoleat maupun asam linolenat karena
lemaknya termasuk ikatan rantai panjang. Utami menjelaskan, setelah
mencapai umur enam bulan, bayi juga dapat diberikan ikan laut, yang secara
alami mengandung pula kedua asam lemak itu tanpa harus mengonsumsi susu
formula. Menyesatkan Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan ASI Rumah Sakit
Saint Carolus ini mengakui, semboyan "Empat Sehat Lima Sempurna" yang
berlaku sejak dulu dinilai telah menyesatkan masyarakat. "Orang beranggapan
konsumsi makanan sehari-hari belum sempurna jika tidak minum susu. Susu
bukan berarti tidak penting, namun bukan segala-galanya", tegasnya lagi.
Dia bahkan melihat iklan susu maupun makanan bayi dan anak-anak yang
diimplementasi dengan DHA cenderung menyesatkan masayarakat, karena
produsen memanfaatkan kebodohan konsumen yang tak memahami manfaat
sesungguhnya dari unsur tambahan tersebut. Sementara, kalangan spesialis
gizi di Indonesia umumnya menyatakan masih awam terhadap kandungan DHA
dalam susu. Karena sampai sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian
tentang manfaatnya. Dokter Soebagyo Sumodihardjo MSc, pakar gizi dari
bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan
pihaknya baru mengetahui hal itu dari media massa. Ketika ditemui Media
usai pembukaan lokakarya "Pemerataan serta Peningkatan Pemanfaatan Lulusan
Pendidikan Tenaga Kesehatan di Sektor Non-Departemen Kesehatan dan
Kesejahteraaan Sosial" kemarin di Jakarta, dia belum bersedia dimintai
komentarnya. "Saya baru mengkliping dan belum membaca literatur", ujarnya.
Dia berjanji memberitahukan hal tersebut seminggu kemudian setelah segala
informasi dikumpulkan dari berbagai sumber.

Spesialis Anak Dr. Sri S. Nasar sebelumnya menginformasikan bahwa overdosis
DHA pada manusia, sejauh ini baru terlihat dialami orang Eskimo yang banyak
mengkonsumsi ikan laut. Dikatakan bahwa gejalanya berupa perdarahan, mirip
flek-flek berwarna kebiruan di kulit. "Efek yang lain baru ditemukan pada
monyet maupun tikus, tapi gejalanya berbeda". (Rse/V-1)

ARTIKEL 2
02 Mei 05 10:40 WIB
Proses UHT: Upaya Penyelamatan Gizi Pada Susu
WASPADA Online
Oleh : Prof Dr Ir Made Astawan MS

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu
disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya
yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak,
mineral, enzim-enzim,
gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan
hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya. Susu
segar merupakan cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih yang
diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak
dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun
(SNI 01-3141-1998).Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk
mengonsumsi susu segar definisi SNItersebut di atas. Umumnya susu yang
dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu
pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72
derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri
patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat
Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari. Susu bubuk berasal
susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak
atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan
dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer. Umur simpan susu bubuk
maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk
dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full
cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak (partly skim milk powder) dan
susu bubuk tanpa lemak (skim milk prowder) (SNI 01-2970-1999).

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan
pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat
Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi
bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun
patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah
kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa
yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya. Proses Susu UHT Susu cair
segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan
dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh
seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara
kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses
pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu
segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini
didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi.

Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang
memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan
demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang
baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar
termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis
dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru
diperah harus diberi perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju
pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga
harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan
alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh proses
dilakukan secara aseptik. Susu UHT dikemas secara higienis dengan
menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih, Kemasan
multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke
dalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, maka susu UHT pun tetap
segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini
juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya
dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun
akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT
disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu.
Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan
manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar
kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptik multilapis menjamin susu
UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak
perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada
susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu
dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur
simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu
UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba
(patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi
kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak
panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna,
aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan
menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu
gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi
susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain
pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair
menjadi susu bubuk. Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa
terbentuknya pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard.
Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara
gula dan protein susu akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu
yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi
pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein. Proses
pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga dapat
menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan
konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D.

Tubuh manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L.
Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang
ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh. Reaksi pencoklatan
(Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak kepada menurunnya
ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan ketersediaan
lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya mencapai 0-2 persen. Pada
susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.

Tip Penggunaan Susu UHT

Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan
pada refrigerator. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu
tinggi (di atas 50 derjat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu
pembentukan gel akibat kerusakan protein. Kerusakan susu UHT sangat mudah
dideteksi secara visual, ciri utama
yang umum terjadi adalah kemasan menggembung. Gembungnya kemasan terjadi
akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba penbusuk tumbuh
dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusuk menghasilkan
gas CO2 yang menyebabkan gembung. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya
bau dan rasa yang masam. Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh
mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang
menyebabkan susu menjadi berflavor dan beraroma masam.

Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental. Fermentasi susu oleh
bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan
protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan pemecahan
protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu menjadi pecah dan
agak kental. (sh)
sumber :

http://www.waspada.co.id/serba_serbi/kesehatan/artikel.php?[]
article_id=61177

ARTIKEL 3
Yang masih awam soal UHT ini, terutama mengenai :

1) Beda kemasan & tanggal kedaluwarsa.

2) Cara menghangatkan susu UHT.

Karea ada beberapa pertanyaan yang langsung berhubungan dengan produk dari
customer saya dan juga karena kami bergerak di industri pengemasan aseptik,
perlu rasanya saya memberi beberapa penjelasan, yang saya harap bisa
berguna untuk referensi anda selanjutnya.
1. Kemasan yang harus disimpan dalam refrigerator dan shelf life nya pendek
disebut "pasteurized product", di Indonesia baru ada untuk susu. Sedangkan
untuk kemasan lainnya yang shelf life nya sampai setahun disebut "UHT
product" (UHT = Ultra High Temperature). Istilah yang saya sebutkan diatas
adalah untuk istilah baku kami proses sterilisasi produk. Perbedaan
mendasar dari Pasteurisasi dan UHT adalah dari tingkat penyuci hamaan dari
produk yang dikemas, untuk pasteurisasi kami hanya memanaskan produk itu
sampai suhu 72 ~ 75 derajat Celcius selama 15 ~ 20 detik sedangkan untuk
UHT, produk kami panaskan sampai suhu 135 ~ 150 derajat celcius hanya
selama beberapa detik (<4 detik).

2. Mengenai bagaimana produk tersebut dipanaskan lalu didinginkan lagi
sampai kesuhu ruangan rasanya akan memakan banyak waktu untuk
menjelaskannya secara detail karena melibatkan teknologi pemrosesan yang
sangat kompleks dan sophisticated, tapi yang jadi keunggulan kedua proses
tersebut diatas adalah bahwa kandungan vitamin, mineral, dan semua zat gizi
dalam produk yang kami kemas tetap terjaga sesuai dengan kondisi
alamiahnya, jadi tidak rusak karena sebab-sebab fisik (misalnya pemanasan
yg terlalu lama atau kurang sterilnya kemasan, dll.).

Menanggapi pertanyaan yang mana yg lebih bagus,kembali pada pola pemakaian
dan subyektivitas selera masing-masing orang, ada orang yang menyukai susu
yang rasanya "sangat susu" dan pola konsumsinya sangat cepat misalnya 1
liter susu dihabiskan dalam 2 hari saja, untuk orang dengan pola konsumsi
seperti ini, mereka akan pilih pasteurized milk. Tapi ada juga yang pola
konsumsinya lama, mungkin 1 liter akan habis dalam 1 minggu atau lebih, nah
untuk orang yang pola konsumsinya seperti ini mereka lebih baik memilih
susu UHT. Untuk kandungan gizi dan lainnya, kedua-duanya sama saja, tidak
ada perbedaan yang mendasar. mengenai ukuran emasannya, ada yang portion
pack (125 ml s/d 250 ml) atau ada juga yang family pack (1 liter >) ini
juga turut menentukan pola pembelian konsumen, jika karakteristik mereka
sangat mobile dan mengharuskan mereka minum susu tiap hari, sangat sulit
jika membawa kemasan 1 liter kemana2, jadi lebih baik membawa kemasan
kecil2 yang 200 ml atau 250 ml, untuk anak2 karena ukuran lambung mereka
kecil, mungkin 125 ml lebih cocok untuk 1 kali konsumsi.

Jika ingin minum produk susu itu dalam kondisi "hangat" kami sarankan untuk
tidak merebusnya secara langsung karena itu akan merusak kandungan gizi
dari susu dalam kemasan tersebut, apalagi jika memanaskannya sampai
mendidih, karena tujuan dari pemanasan sebenarnya adalah untuk sterilisasi
produk tersebut. Jika hanya untuk selera saja (suka minuman hangat)
merendam susu (terlebih dulu dituang dalam gelas) dalam air panas akan
lebih baik.

Demikian penjelasan kami, terima kasih sebelumnya untuk perhatian mbak akan
produk-produk UHT yang kami produksi, jika ada hal-hal yang kurang jelas
jangan sungkan untuk menghubungi kami kembali.

Blog EntryCinta Laki-laki BiasaOct 20, '05 11:44 PM
for everyone

Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki Biasa

MENJELANG  hari  H,  Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia
mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari
yang  dilalui,  gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata
miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak,
tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

"Kenapa?" tanya mereka di hari Nania mengantarkan
surat undangan.

Saat  itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari
sidang   yang   baru   saja   berlalu.   Suasana   sore   di  kampus sepi.
Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba  saja  pipi  Nania  bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan
lampu   neon   limabelas  watt.  Hatinya  sibuk  merangkai  kata kata yang
barangkali  beterbangan  di  otak  melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka.
Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya
menarik nafas, mencoba bicara dan menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil
dan spesifik,  kenapa  bersedia  menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian
di kampus  adalah  kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap.
Yang pertama  terjadi  tiga  bulan  lalu saat Nania menyampaikan keinginan
Rafli untuk  melamarnya.  Arisan  keluarga Nania dianggap momen yang tepat
karena semua  berkumpul,  bahkan hingga generasi ketiga, sebab
kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

"Kamu pasti bercanda!"

Nania  kaget.  Tapi  melihat senyum yang tersungging di wajah kakak
tertua, disusul  senyum  serupa  dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir
dari
Papa dan  Mama  membuat  Nania  menyimpulkan: mereka serius ketika mengira
Nania bercanda.

Suasana  sekonyong-konyong  hening.  Bahkan  keponakan-keponakan Nania yang
balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

"Nania  serius!"  tegasnya  sambil  menebak-nebak,  apa  lucunya jika
Rafli memang melamarnya.

"Tidak  ada  yang  lucu," suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira
Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!"

Nania  tersenyum.  Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah
pertanda baik.   Perkiraan   Nania   tidak   sepenuhnya   benar  sebab
setelah itu berpasang-pasang  mata  kembali  menghujaninya,  seperti tatapan
mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya
pesakitan.

"Tapi  Nania  tidak  serius  dengan  Rafli,  kan?" Mama mengambil inisiatif
bicara,  masih  seperti  biasa dengan nada penuh wibawa, "maksud Mama siapa
saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya,
toh?"

Nania terkesima.

"Kenapa?"

“Sebab  kamu  gadis  Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi
dibandingkan  kami.  Mulai  dari  ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu
juga  juara  debat  bahasa  Inggris,  juara  baca puisi seprovinsi. Suaramu
bagus!”

“Sebab  masa  depanmu  cerah.  Sebentar  lagi  kamu  meraih gelar
insinyur. Bakatmu  yang  lain  pun  luar  biasa.  Nania sayang, kamu bisa
mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!”

Nania   memandangi   mereka,   orang-orang  yang  amat  dia  kasihi,
Papa, kakak-kakak,  dan  terakhir  Mama.  Takjub  dengan  rentetan panjang
uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.

"Nania  Cuma  mau  Rafli,"  sahutnya  pendek  dengan  airmata mengambang
di kelopak.

Hari  itu  dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan
sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat.
Parah.

"Tapi kenapa?"

Sebab  Rafli  cuma  laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan
biasa,  berpenampilan  biasa,  dengan  pekerjaan  dan gaji yang amat sangat
biasa.

Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya.

"Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!"

Cukup!

Nania  menjadi  marah.  Tidak  pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi
menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana
tawakal hingga   begitu  mudah  menentukan  masa  depan  seseorang  dengan
melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli.
Barangkali karena  Nania  memang  tidak tahu bagaimana harus membelanya.
Gadis itu tak punya  fakta  dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak
'luar biasa'. Nania  cuma  punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah
menuntun Nania menapaki  hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya
menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan.

Orang-orang  masih  sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik- bisik
di  belakang  Nania,  apa  sebenarnya  yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya,
Nania  masih  belum  mampu  juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli
agar tampak di mata mereka.

Nania  hanya  merasakan  cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar
hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata,
atau cara dia  meladeni  Nania.  Hal-hal  sederhana yang membuat perempuan
itu sangat bahagia.

"Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania." Nada
suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan.

Ketiga  saudara  Nania  hanya  memandang  lekat,  mata  mereka terlihat
tak percaya.

"Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!"

"Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!"

"Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!"

Nania   merasa   lidahnya  kelu.  Hatinya  siap  memprotes.  Dan  kali
ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli.

Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!

Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?

Rafli juga pintar!

Tidak sepintarmu, Nania.

Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.

Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah  tak  ada  apapun  yang  bisa  meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa
adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

"Lihat  hidupmu,  Nania.  Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu
bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu."

Teganya  kakak-kakak  Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka
sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti.
Padahal Nania  dan  Rafli  sudah  memiliki  dua  orang  anak,  satu lelaki
dan
satu perempuan.  Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah
mereka memiliki  anak-anak.  Padahal  itu  tidak perlu sebab gaji Nania
lebih
dari cukup untuk hidup senang.

"Tak  apa,"  kata  lelaki  itu, ketika Nania memintanya untuk tidak
terlalu memforsir diri.

"Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang."

Nania  tak  bermaksud  menyinggung  hati  lelaki  itu.  Tapi  dia tak
perlu khawatir  sebab  suaminya  yang  berjiwa  besar selalu bisa menangkap
hanya maksud baik.

"Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?"

Lalu  dia  mengelus  pipi  Nania  dan  mendaratkan kecupan lembut. Saat
itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran
Nania cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa,
dengan pendidikan  biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji
yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania.

Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak   tahun  ketujuh  pernikahan,  posisi  Nania  di  kantor semakin
gemilang,  uang  mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak
pintar dan  lucu,  dan  Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup
perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik   masih   terdengar,   setiap  Nania  dan  Rafli  melintas
dan bergandengan  mesra.  Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan
dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.

Cantik ya? dan kaya!

Tak imbang!

Dulu  bisik-bisik  itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi
Nania belajar  untuk  bersikap  cuek  tidak peduli. Toh dia hidup dengan
perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun  kesepuluh  pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari
puncak. Anak-anak  semakin  besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama
kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania
menangis.

***

Bayi  yang  dikandung  Nania  tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua
minggu dari waktunya.

"Plasenta  kamu  sudah  berbintik-bintik.  Sudah  tua,  Nania. Harus
segera dikeluarkan!"

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke
dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga
perempuan itu merasakan  sakit  yang  teramat  sangat.  Jika semuanya
normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli  tidak  beranjak  dari  sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya
waktu-waktu  shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi,
dan menunaikan  shalat  di  sisi  tempat  tidur.  Sementara  kakak-kakak
serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.

Anehnya,  meski  obat  kedua  sudah  dimasukkan,  delapan  jam setelah
obat pertama,  Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit
dan melilit  sudah  dirasakan  Nania  per  lima  menit,  lalu  tiga menit.
Tapi pembukaan berjalan lambat sekali.

"Baru pembukaan satu."

"Belum ada perubahan, Bu."

"Sudah   bertambah   sedikit,"  kata  seorang  suster  empat  jam kemudian
menyemaikan harapan.

"Sekarang pembukaan satu lebih sedikit."

Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang
memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh  jam  berlalu.  Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan
pecah, didahului   keluarnya  darah,  mereka  terlonjak  bahagia  sebab
dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka
meleset.

"Masih pembukaan dua, Pak!"

Rafli  tercengang.  Cemas.  Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit
yang sudah  tak  sanggup  lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin
payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

"Bang?"

Rafli   termangu.   Iba  hatinya  melihat  sang  istri  memperjuangkan
dua kehidupan.

"Dokter?"

"Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar."

Mungkin?

Rafli  dan  Nania  berpandangan.  Kenapa  tidak  dari  tadi  kalau
begitu? Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang
karena Rafli  tidak  melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar
operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan  dilakukan,  Nania  digiring ke ruangan serba putih. Sebuah
sekat ditaruh   di   perutnya  hingga  dia  tidak  bisa  menyaksikan
ketrampilan dokter-dokter  itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada
dalam perahu yang  diguncang  ombak.  Berayun-ayun.  Kesadarannya
naik-turun.  Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap
teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah  cepat  yang  bergerak,
sebelum  kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan  ada  di  udara.  Bahkan  dari  luar Rafli bisa menciumnya.
Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

"Pendarahan hebat."

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.

Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana
pecah!

Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis.

Mama   Nania   yang   baru  tiba,  menangis.  Papa  termangu  lama
sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua
mereka.

Rafli  seperti  berada  dalam  atmosfer  yang berbeda. Lelaki itu
tercenung beberapa  saat,  ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh
darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah  seminggu  lebih  Nania  koma.  Selama  itu  Rafli  bolak-balik
dari kediamannya  ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan
juga  anak-anak.  Terutama  anggota  keluarganya  yang  baru,  si kecil.
Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya.
Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang.

Mama,  Papa,  dan  ketiga  saudara  Nania terkadang ikut menunggui Nania
di rumah  sakit,  sesekali  mereka ke rumah dan melihat perkembangan si
kecil. Walau  tak  banyak,  mulai  terjadi  percakapan antara pihak keluarga
Nania dengan Rafli.

Lelaki  itu  sungguh  luar  biasa.  Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah
sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak
perusahaan tempat  Rafli  bekerja  mengerti  dan  memberikan izin penuh.
Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah  Rafli  menjaga  Nania  siang  dan  malam. Dibawanya sebuah
Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU.
Kadang perawat  dan  pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili
mereka, melihat  lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan
bercanda mesra.

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.

"Nania, bangun, Cinta?"

Kata-kata  itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi
dan kening istrinya yang cantik.

Ketika  sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir
untuk  pasrah,  Rafli  masih  berjuang.  Datang setiap hari ke rumah sakit,
mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang
lelaki itu  membawakan  buku-buku  kesukaan  Nania  ke  rumah sakit dan
membacanya dengan  suara  pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu.
Sambil tak bosan-bosannya berbisik,

"Nania, bangun, Cinta?"

Malam-malam  penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan.
Asalkan Nania  sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi
cahaya di  mata  kekasihnya,  senyum  di  bibir  Nania,  semua yang menjadi
sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah  mereka  tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan
ibunya. Di  luar  itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang
lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa
makan.

Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata,
gerak bibir,  kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya
yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah
penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan  telah  begitu  lama.  Rafli  menangis, menggenggam tangan Nania
dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan
airmata yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli  membuktikan  kata-kata  yang  diucapkannya  beratus  kali dalam
doa. Lelaki  biasa  itu  tak  pernah  lelah  merawat  Nania selama sebelas
tahun terakhir.  Memandikan  dan  menyuapi  Nania,  lalu  mengantar
anak-anak  ke sekolah  satu  per  satu.  Setiap  sore  setelah  pulang
kantor, lelaki
itu cepat-cepat  menuju  rumah  dan  menggendong  Nania ke teras, melihat
senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang
jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan
wajah  pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania
selalu  merasa  cantik.  Meski  seringkali  Nania mengatakan itu tak perlu.
Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi  Rafli  dengan  upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah
selalu meyakinkan  Nania,  membuatnya  pelan-pelan  percaya bahwa dialah
perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

Setiap  hari  Minggu  Rafli  mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan
keluar. Selama  itu  pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di
restoran, nonton  bioskop,  rekreasi  ke manapun Nania harus ikut.
Anak-anak,  seperti juga  Rafli,  melakukan  hal  yang  sama,  selalu
melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.  Awalnya  tentu Nania sempat merasa
risih dengan pandangan orang-orang  di  sekitarnya.  Mereka semua yang
menatapnya iba, lebih-lebih pada  Rafli  yang  berkeringat  mendorong  kursi
roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya
yang bermanik keringat.

Lalu  berangsur  Nania  menyadari,  mereka,  orang-orang yang ditemuinya
di jalan,  juga  tetangga-tetangga,  sahabat,  dan  teman-teman Nania tak
puas hanya  memberi  pandangan  iba,  namun  juga  mengomentari, mengoceh,
semua berbisik-bisik.

"Baik banget suaminya!"

"Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!"

"Nania beruntung!"

"Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya."

"Tidak,  tidak  cuma  menerima  apa adanya, kalian lihat bagaimana
suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!"

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan
Mama.

Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin
frustrasi, merasa tak berani, merasa?

Tapi  dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang
di luar  mereka  memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan
selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari  teras  Nania  menyaksikan  anak-anaknya  bermain  basket  dengan
ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua,
anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan
yang lebih dari  yang  bisa  dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi
sempurna. Meski kecantikannya  tak  lagi sama karena usia, meski karir telah
direbut takdir dari tangannya.

Waktu  telah  membuktikan  segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa
yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Diketik  ulang  oleh  Juli  Prasetio Utomo, 28 Juni 2005, dengan pembenahan
beberapa ejaan dan tanda baca.



LinkAilena's BlogOct 20, '05 11:39 PM
for everyone
Link: http://www.ailena-putri.blogspot.com/

Tempat Ailena nampang


Blog EntryResep Bahagia Dalam HidupOct 20, '05 11:29 PM
for everyone

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang enimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!

Ingatlah aturan sederhana tentang kebahagiaan :

1. Bebaskan dirimu dari kebencian

2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan

3. Hiduplah sederhana

4. Berilah lebih banyak

5. Berharaplah lebih sedikit

6. Tersenyumlah

Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama. GUNCANGKANLAH !!!!

"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !"


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help